Showing posts with label Liga Super Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Liga Super Indonesia. Show all posts

Persijap atasi Persiwa

09-02-2010
Jepara - Persijap Jepara tampil luar biasa saat membantai tamunya Persiwa Wamena 4-1 pada laga lanjutan Djarum Indonesia Super League (DISL) 2009/2010 di Stadion Bumi Kartini, Jepara, Selasa (9/2). Empat gol tuan rumah dicetak Noorhadi (7), Pablo Frances (41, 74), dan Doni Siregar (44), sedangkan gol Persiwa dibuat sang kapten Edison Pieter Romaropen (67). Hasil itu membawa Persijap ke peringkat kedelapan klasemen sementara dengan nilai 25.

Bertanding di depan belasan ribu pendukungnya, Persijap tampil kesetanan. Bermain dengan tiga penyerang Pablo Frances, Noorhadi, dan Johan Juansyah, yang didukung barisan pemain gelandang yang terdiri dari Junior, Doni Siregar, Nurul Huda, dan Phaitoon Thiabma, berhasil memporakporandakan barisan belakang Persiwa.

Alhasil, Persijap hanya butuh waktu tujuh menit untuk menjebol gawang Persiwa melalui kecerdikan Noorhadi. Gol itu membuatpara pemain Persiwa terhenyak. Namun upaya tim asuhan pelatih Joko Susilo ini tidak membuahkan hasil. Malah lima menit menjelang jeda, gawang Persiwa yang dikawal Timotius Mote, dua kali kebobolan oleh tendangan Pablo Frances (41) dan Doni Siregar (44). Kedudukan 3-0 bertahan sampai babak pertama berakhir.

Di awal babak kedua, Persiwa mengubah strategi dengan menarik Alan Aronggear, Jeki Yeheskiel dan Yohanes LG Kagaimu dengan memasukkan Alberto Aaron Mamgbrasar, Aulia Tri Hartanto, dan Joko Kuspito. Perubahan itu membawa hasil positif dengan gol Persiwa yang dibuat Pieter Romaropen (67). Namun tujuh menit kemudian, Persijap menambah keunggulan melalui Pablo Frances. Gol itu membuat semangat pemain Persiwa langsung turun.

Di sisi lain, Pelatih Persijap Junaidi memilih main aman. Dengan menarik tiga pemain utamanya Isdiantono, Johan Juansyah, dan Nurul Huda untuk memasukkan Danan Puspito, Achmad Taufiq, dan Yogi Alfian, di sepuluh menit menjelang laga berakhir. Strategi itu berjalan dengan baik sampai wasit Jumadi Effendi meniupkan peluit panjangnya. Pada laga ini wasit hanya mengeluarkan tiga kartu kuning untuk Isdiantono (Persijap) dan Aulia Tri Hartanto dan Christian Desire Kono (Persiwa).


Arema Sang Juara Putaran Pertama Liga Super Indonesia


Arema Indonesia mengokohkan posisi di puncak klasemen putaran pertama kompetisi Liga Super Indonesia 2009-2010 setelah mengandaskan tim tamu PSM Makassar di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Rabu (27/1). Dalam pertandingan itu Arema menang 3-0 atas PSM Makassar.
Sedangkan pesaing Arema ke puncak, Persiba Balikpapan, kalah 1-2 dari tuan rumah Persema Malang.
Dengan kemenangan itu Arema membukukan poin 36 dari 17 pertandingan (11 kali memang, 3 kali seri, dan 3 kali kalah). Arema memasukan 21 gol dan kemasukan 7 gol.

Singo Edan langsung merangsek pertahanan PSM yang tidak diperkuat beberapa pemain inti. Gebrakan itu membuahkan gol pertama lewat sundulan gelandang Chmelo Roman di menit keempat, dengan memanfaatkan bola tendangan pojok yang ditembakkan Zulkifli dari sektor kiri pertahanan PSM. Unggul 1-0 membuat arek-arek Malang makin garang.

Arema mendapat sejumlah umpan manis tapi gagal menjadi gol. Beruntung terjadi kesalahan pemain belakang PSM yang gagal menghalau bola. Kesempatan ini tak disia-siakan striker Noh Alamshah. Dengan gampang Alamshah mengecoh dan mencetak gol kedua di menit ke-39. Keunggulan 2-0 bertahan sampai babak pertama usai.

Di babak kedua, Arema mengubah strategi. Pelatih Robert Albert mengganti Alamshan dengan pemain muda Dendi Santoso. Juku Eja juga sedikit mengubah pola permainan dan cukup berhasil merepotkan barisan belakang yang digalang kapten Pierre Njanka.

Namun, seperti di babak pertama, Arema tetap mendominasi permainan dengan berusaha meningkatkan tempo permainan meski gerimis turun sepanjang 45 menit babak kedua. Ada sekitar tujuh peluang matang yang gagal diselesaikan dengan baik.

Di menit ke-80 pemain muda Dendi Santoso mencetak gol lewat tendangan silang ke sudut kanan gawang PSM. Tapi wasit M. Safei menganulir gol karena Dendi dinilai dalam posisi off-side lebih dulu. Pemain-pemain Arema memprotes keputusan wasit.

Petaka bagi PSM terjadi di injury time. Muhammad Fakhruddin memperbesar keunggulan Arema menjadi 3-0 di menit ke-90 dengan menembakkan bola silang dari sektor kanan PSM dan bola berhenti di sudut kiri gawang.

Dua menit kemudian wasit meniup peluit tanda pertandingan berakhir dan buyarlah harapan PSM untuk lepas dari zona degradasi putaran pertama. Sedangkan kubu Arema melakukan selebrasi layaknya seorang juara.

Pertandingan itu diciderai buruknya kepemimpinan wasit yang acap lambat membuat keputusan dan tak tegas sehingga kedua kubu tampak sangat kecewa. Kekecewaan yang besar disampaikan Pelatih Arema Robert Alberts dalam jumpa pers.

"Saya sangat kecewa karena permainan yang begitu bagus dari kami dan mereka (PSM) jadi rusak karena kualitas wasit yang buruk," kata Robert.

Robert mencontohkan gol Dendi yang dianulir. Seharusnya wasit jeli dan bisa segera meniup peluit jika benar Dendi dalam posisi off-side, bukan malah membiarkan dan buru-buru meniup peluit setelah melihat hakim garis mengangkat bendera. Robert juga sangat kecewa terhadap beberapa insiden yang harusnya berbuah kartu kuning bagi PSM.

Lepas dari soal kepemimpinan wasit, Robert menilai anak-anak Makassar sudah bermain maksimal dan bagus. Buktinya beberapa kali para pemainnya harus berjibaku untuk berebut bola agar pertahanan aman.

Secara keseluruhan Robert mengaku puas terhadap permainan tim asuhannya dengan memberi catatan para pemainnya kurang sabar dan jelek dalam melakukan penyelesaian akhir.

"Kami puas juga karena mereka disiplin menjalankan instruksi pelatih sehingga dapat melampaui target dua gol," kata Robert.

Kubu PSM juga mengaku sangat tidak puas atas kepemimpinan wasit. "Seperti yang Anda lihat sendiri, kami tak puas dengan keputusan-keputusan wasit," kata Asisten Pelatih PSM Imran Amirullah.

Menurut Imran, salah satu penyebab utama kekalahan PSM adalah absennya beberapa pemain inti, seperti pemain belakang asal Kamerun, Hendry Nyobi, sehingga terpaksa memainkan banyak pemain lapis kedua berusia muda. Namun Imran menegaskan para pemain muda PSM sudah berusaha mati-matian mengimbangi permainan agresif Arema. Terbukti, Syamsul Chaeruddin dan kawan-kawan masih bisa merepotkan lawan dan menciptakan beberapa peluang.


Duet Moriera-Gonzalez Benamkan Persik


09-02-2010
Kediri - Hasil luar biasa diraih Persib Bandung. Bertanding di kandang lawan yang dijubeli ribuan pendukung tuan rumah, Persib berhasil mengalahkan Persik Kediri 3-1 pada laga lanjutan Djarum Indonesia Super League (DISL) 2009/2010 di Stadion Brawijaya, Kediri, Selasa (9/2). Duet striker Hilton Moriera dan Christian Gonzalez menjadi tokoh kunci kemenangan “Maung” Bandung. Hilton mencetak dua gol, sedangkan Gonzalez, yang notabene mantan striker Persik, menyumbang satu gol.

Pertemuan kedua tim yang awalnya berlangsung dibawah hujan dan sambaran petir, berlangsung cukup bagus. Dibawah dukungan ribuan Persikmania yang meluber sampai di sentel ban stadion, Persib justru tampil lebih efektif. Hasilnya, Moriera sukses menjebol gawang Persik yang dikawal Herman Batak (21), melalui sundulan kepala memanfaatkan umpan lambung Gilang Angga.

Keunggulan itu membuat Persib tampil lebih percaya diri. Di sisi lain, para pemain Persik yang bernafsu mencetak balasan, tampil terlalu terburu hingga peluang yang dihasilkan Patricio Morales dan Amarildo Souza gagal menjebol gawang Persib. Pato sebenarnya sempat mencetak gol, tetapi wasit Olehadi menganulir karena Pato offside lebih dulu.

Memasuki babak kedua, sempat terjadi insiden perselisihan antar pelatih kedua tim akibat melubernya suporter Persik. Akibat silang pendapat itu,pertandingan babak kedua sedikit tertunda. Namun, akhirnya pertandingan dilanjutkan setelah mendapatkan jaminan dari pihak kepolisian.

Pada babak kedua, Persik tidak langsung bangkit setelah tertinggal 1-0. Justru, Christian Gonzales mampu membuat unggul 2-0 di menit, setelah memenangkan duel dengan bek Persik. Tertinggal 2-0, membuat Persik tersengat. Tekanan demi tekanan terus dilakukan Saktiawan Sinaga cs.

Tuan rumah sedikit bernapas lega setelah Gilang Angga melakukan hands ball di kotak terlarang. Hadiah penalti yang diberikan oleh wasit mampu dimanfaatkan oleh Amarildo Souza di menit 51.

Hilton Moriera kembali menggetarkan gawang Persik menit ke-80. 1-3 untuk Persib tidak berubah hingga peluit panjang wasit Olehadi berbunyi.

Dengan hasil ini, Persib masih berada di posisi ketiga klasemen sementara dengan mengumpulkan 30 poin dari 18 laga. Persib menyamai torehan poin Persiba Balikpapan di posisi runner up yang baru memainkan 17 laga. Posisi puncak klasemen masih dipegang Arema Indonesia dengan 36 poin dari 17 laga.


Peringkat Indonesia Turun ke-136 FIFA


Peringkat Indonesia turun 16 tempat (minus 51 poin) dan harus puas bertengger di urutan ke-136 dalam peringkat dunia FIFA.

Situs resmi FIFA, Rabu (3/2) menyebutkan Indonesia dijepit negara Bermuda yang berada di posisi 135 dan Hong Kong yang menempati urutan 137.

Sementara Singapura lebih baik di urutan ke-120, sedang Thailand naik tujuh tempat ke urutan 98. Negara Asia lainnya Jepang di urutan ke-40 dan Korsel di posisi ke-49.

Sementara itu Mesir, yang baru saja menjadi juara Afrika, merupakan tim yang mengalami lonjakan paling besar dalam peringkat dunia FIFA, yakni melonjak 14 tempat untuk menduduki posisi ke-10 setelah meraih juara Piala Afrika tiga kali beruntun.

Liga Super Indonesia Tuntaskan Putaran Pertama


JAKARTA--MI: Kompetisi Liga Super Indonesia (LSI) 2009/2010 telah menempuh separuh jalan. Partai Persija Jakarta melawan Persela Lamongan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Rabu (3/2), menjadi laga pamungkas putaran pertama.

Arema Indonesia menjadi juara paruh musim dengan nilai 36 hasil 11 kemenangan, 3 kali seri, dan 3 kali kalah. Kepastian ini diperoleh saat menaklukkan PSM Makassar 3-0 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Rabu (27/1) lalu. Arema memimpin klasemen dengan selisih enam poin atas urutan kedua Persiba Balikpapan. Tempat ketiga dihuni Persib dengan 27 poin atau selisih sembilan poin atas 'Singo Edan'.

Adapun Persija Jakarta harus puas duduk di urutan keempat meski mengantungi nilai yang sama dengan Persib. Pasalnya, 'Macan Kemayoran' kalah dalam produktifitas gol. Satu tempat di papan atas klasemen dihuni juara bertahan Persipura Jayapura. Persipura terpaut satu poin dengan Persija atau nilai 26.

Sementara itu, Pelita Jaya Karawang menjadi juru kunci karena baru mengemas 13 poin. Pada laga terakhir, tim besutan Fandi Ahmad itu dibekuk PSPS Pekanbaru 2-1 di Stadion Rumbai, Minggu (31/1).

Saudara muda Persija, Persitara Jakarta Utara, juga menghuni zona merah karena hanya mampu mengemas nilai 15. Nasib PSM Makassar tidak jauh beda dengan Pelita Jaya dan Persitara, yakni sama-sama menempati zona degradasi. Tim berjuluk 'Juku Eka' ini membukukan 17 poin.

Satu tempat zona play off dihuni Bontang FC dengan nilai 18. Tim yang menghuni zona ini akan bertanding dengan urutan keempat Divisi Utama 2009/2010 pada akhir musim. Tujuannya adalah untuk memperebutkan tiket kembali berlaga di LSI.

Berikut adalah sembilan tim papan tengah LSI secara berturut-turut, Persema (26), Persiwa (25), PSPS (25), Sriwijaya FC (25), Persela (24), Persebaya (22), Persik (22), Persijap (22), dan Persisam (19).

Persitara Incar Mantan Gelandang Manchester City


Jakarta - Persitara Jakarta Utara tengah berupaya membangun kekuatan agar mampu tampil lebih kompetetif di putaran kedua Djarum Indonesia Super League (DISL) 2009/2010. Selain melakukan seleksi, “Laskar Si Pitung” juga tengah menunggu kedatangan mantan gelandang Manchester City, yang juga jebolan akademi sepakbola Manchester United (MU).

“Dia pemain yang berasal dari akademi MU pada 1992-2001. Dia juga pernah membela Manchester City 2002-2004. Tapi namanya masih rahasia. Tunggu saja kalau dia sudah benar-benar bergabung dengan kami,” jelas Manajer Persitara Hary “Gendhar” Ruswanto di Jakarta, Rabu (3/2).

Gendhar mengungkapkan bahwa pemain itu berusia 31 tahun dan berposisi sebagai gelandang serang. Menurut Gendar, gelandang yang dirahasiakan namanya itu sangat tertarik bermain di DISL.

“Pastinya dia sangat tertarik bermain di Indonesia. Katanya, dia ingin merasakan ketatnya atmosfer DISL,” imbuh Gendhar.
Gendhar menambahkan, untuk merekrut pemain tersebut, Persitara harus menggelontorkan uang sebesar Rp700 juta. Rencananya, mantan pemain Manchester City itu akan menjalani seleksi pada Rabu (3/2) sore.

“Kami tidak ingin beli kucing dalam karung. Kami sudah melihat videonya. Kalau tidak hujan sore ini, kami bisa lihat kemampuannya,” ungkapnya.

Untuk pemain lokal, Gendhar mengatakan telah mendapatkan mantan bek Persijap Jepara, Eko Prasetyo. “Kami telah mendapatkan Eko dan kami mengontraknya selama setengah musim,” tandasnya.